Cara Menanam Durian Agar Lekas Berbuah Kuning dan Lezat

Durian sering dijuluki raja buah karena ukurannya cukup besar dan punya kadar vitamin tinggi. Buah berduri ini mudah berdaptasi di iklim tropis seperti Indonesia. Saat ini durian telah tumbuh dengan beragam varian, dan masing-masing punya warna dan rasa tersendiri. Bila memiliki lahan yang lumayan luas, anda bisa menerapkan cara menanam durian berikut ini.

Tanam Durian di Pekarangan Rumah Atau Perkebunan

  1. Siapkan Lahan

Sebenarnya durian bukan tipe buah yang rewel untuk masalah lokasi penanaman. Namun ada baiknya buah ini ditanam pada temperature 23-30 derajat celcius. Selain itu perlu lahan dengan sinar matahari yang cukup agar pertumbuhannya maksimal. Agar cepat berbuah, durian bisa ditanam di ketinggian kurang dari 800 mdpl. Dengan catatan curah hujan tidak lebih dari 2.500 mm per tahun.

Setelah kriteria lahan ditemukan, anda dapat mempersiapkan media tanamnya. Dibutuhkan jenis tanah andosol, latosol, atau tanah podsolik agar durian tumbuh optimal. Pastikan tanah mempunyai pH sekitar 6-7, lalu gemburkan tanah dan bersihkan gulma di sekitarnya. Tanaman liar tersebut berpotensi menghalangi sinar matahari, jadi perlu dibabat terlebih dahulu.

  1. Beri Pupuk dan Tanam Bibit

Sesudah lahan siap, anda bisa menambahkan pupuk dan diamkan selama 3-7 hari. Tujuannya agar pupuk terserap ke dalam tanah, kemudian buat lubang untuk menanam bibitnya. Jika lahan anda cukup luas dan bisa menanam banyak pohon, sediakan jarak antar pohon sekitar 8 meter. Perlu diingat bahwa buah ini akan tumbuh besar, bila jaraknya berdekatan sulit terkena sinar matahari.

Masukkan bibit ke dalam lubang dan timbun dengan tanah hingga sebatas leher akar. Ketika penanaman bibit pohon durian, pastikan posisinya tegak lurus. Setelah semua proses tanam selesai, diamkan selama kurang lebih satu minggu. Akan lebih baik menanam durian pada awal musim hujan, sebab tanaman bisa mendapatkan nutrisi dan suplai air yang memadai.

  1. Rajin Siram Pohon

Pohon durian termasuk salah satu jenis tumbuhan yang membutuhkan banyak air di awal tanam. Itulah mengapa diperlukan penyiraman secara rutin, setidaknya satu hari sekali agar bibit cepat tumbuh. Hal ini untuk menjaga supaya durian mendapatkan nutrisi yang cukup di masa pertumbuhan. Sehingga buah berduri ini tidak mengalami perlambatan ketika waktunya panen.

  1. Bersihkan Gulma di Sekitarnya

Durian paling tidak bisa dikelilingi tanaman liar atau gulma di sekelilingnya. Oleh karena itu, lingkungan sekitar batang dan akar perlu dibersihkan secara berkala. Tujuannya agar sinar matahari tetap dapat masuk ke sela-sela batang, dan membantu proses pertumbuhan. Cara menanam durian ini bisa anda terapkan di rumah, apabila memiliki pekarangan yang cukup luas.

  1. Rutin Gemburkan Tanah

Tanah yang sering disiram air akan memadat seiring berjalannya waktu. Maka dari itu anda perlu menggemburkan tanah kembali, agar sirkulasi udara pada tanah terus berganti. Usahakan tidak menggunakan cangkul saat proses penggemburan, supaya tidak merusak akar pohon. Dianjurkan pula melakukan pemupukan lanjutan ketika pohon sudah berusia 3 bulan. Lalu rutin pupuk pohon durian setiap 4 bulan sekali sampai umur pohon mencapai 3 tahun.

Durian menjadi buah yang paling sering dicari karena rasa dan aromanya begitu menggoda. Karena masa panennya cukup lama, anda bisa menanam buah ini di pekarangan rumah sendiri. Asalkan ukuran lahan luas dan cara menanamnya sesuai dengan prosedur. Anda bisa mengandalkan pupuk nasa agar pohon berbuah lebat dan daging buah berwarna kuning.